Uji publik ini berlangsung selama tiga hari mulai dari Kamis, 5 Maret 2025 hingga Jumat, 7 Maret 2025. Para santri diuji hafalannya langsung oleh Syaikh Murad Omar dan Syaikh Hasan dari Palestina yang secara khusus hadir untuk menilai dan memberikan motivasi kepada para santri.
Acara ini dihadiri langsung oleh Walikota Kota Bima, Bapak A. Rahman, SE yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadis Dikpora), Ketua PGRI Kota Bima Suhardin, M. Si, Camat Raba, serta sejumlah pejabat lainnya. Hadir pula dua ulama besar, yaitu Syaikh Murad Omar yang bertindak sebagai penguji hafalan dan memberikan sambutan, serta Syaikh Hasan dari Palestina yang turut memeriahkan acara dengan motivasi spiritual kepada para santri.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Albaab yang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian para santri. Dalam sambutannya, pimpinan pondok menyampaikan pentingnya pendidikan Al-Qur'an sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang berakhlak mulia dan berilmu.
Setelah sambutan dari pimpinan pondok, Syaikh Murad Omar memberikan sambutan yang penuh motivasi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap semangat para santri dalam menghafal Al-Qur'an. "Menghafal Al-Qur'an adalah kemuliaan dan keberkahan yang harus dijaga. Kalian adalah generasi harapan umat Islam, teruslah menjaga hafalan dan mengamalkan isi Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," ujar Syaikh Murad Omar.
Selanjutnya, Walikota Kota Bima, Bapak A. Rahman, SE dalam sambutannya juga mengapresiasi upaya Pondok Pesantren Ulul Albaab dalam membina generasi muda agar mencintai dan mengamalkan Al-Qur'an sejak dini. "Pendidikan berbasis Qur'an seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang kuat dan berakhlak mulia. Pemerintah Kota Bima akan terus mendukung pengembangan pendidikan berbasis Qur'an di daerah ini," kata beliau.
Dari hasil uji publik, dua santri berhasil meraih predikat Mumtaz (Istimewa), yaitu:
Abdulloh Almusthofa dengan hafalan 10 Juz dan Ahmad Narashansa Alghozi dengan hafalan 2 Juz
Selain prosesi uji publik hafalan dan wisuda, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai tampilan kreasi dari santri TKIT, SDIT dan SMPIT Ulul Albaab. Penampilan mereka meliputi paduan suara islami, pembacaan puisi religi, serta drama bertema kisah-kisah Islami yang disambut meriah oleh para hadirin.
Setelah prosesi wisuda, Syaikh Hasan dari Palestina memberikan nasihat dan motivasi kepada para santri. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya menjaga hafalan dan mempraktikkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. "Al-Qur'an adalah cahaya dan pedoman hidup. Siapa yang menjaganya, maka Allah akan menjaga kehidupannya," pesan Syaikh Hasan.
Acara ini diakhiri dengan prosesi wisuda dan pemberian penghargaan kepada santri terbaik yang telah menunjukkan pencapaian luar biasa dalam hafalan dan bacaan Qur'an. Semoga acara ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mencintai Al-Qur'an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
No comments