Ncuhi News

Halaman

    Social Items



Oleh Bahtiar,S.Pd.

Bima, ncuhinews.com-Dunia pendidikan kita menghadapi tantangan yang tak kunjung selesai, salah satunya adalah dilema mengenai tenaga pendidik yang kurang menunjukkan keseriusan dalam menjalankan tugas profesionalnya. Meski telah diamanatkan menjadi guru, sebagian PTK tampak belum sepenuhnya memahami makna mendalam dari profesi yang mereka emban. Kehadiran mereka di sekolah sering kali sekadar memenuhi formalitas administratif; mereka datang, masuk kelas, lalu mengajar apa adanya, tanpa persiapan dan tanpa perencanaan yang matang.
Fenomena ini bukan lagi hal baru. Di banyak sekolah, masih banyak dijumpai guru yang tidak menyiapkan perangkat pembelajaran—mulai dari RPP, modul ajar, jurnal kelas, hingga catatan evaluasi peserta didik. Padahal, dokumen-dokumen tersebut bukan sekadar tumpukan berkas formalitas, melainkan peta jalan yang menentukan ke arah mana proses pembelajaran akan dibawa. Tanpa perangkat itu, proses belajar mengajar berjalan tanpa arah, mengalir seadanya, dan tidak mengikuti alur kompetensi yang seharusnya ditanamkan kepada peserta didik.

Akibatnya, materi pelajaran menjadi tidak teratur dan tidak berjenjang. Hari ini membahas satu topik, besok meloncat ke materi lain tanpa keterkaitan. Anak-anak menerima pengetahuan secara acak, tanpa fondasi dan tanpa jembatan konsep yang memadai. Dalam jangka panjang, kondisi ini menciptakan generasi yang belajar bukan karena mereka memahami, tetapi karena mereka terpaksa menghafal tanpa makna. 
Mereka kehilangan kesempatan untuk memiliki kemampuan berpikir yang runtut, kritis, dan mendalam—hal yang seharusnya menjadi tujuan utama pendidikan.

Yang paling dirugikan tentu saja para siswa. Mereka datang ke sekolah dengan harapan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, namun justru menemui kebingungan akibat tidak konsistennya materi yang diberikan. Ketika alur pembelajaran tidak jelas, pemahaman yang mereka dapatkan pun menjadi rapuh. Celah-celah kekosongan konsep ini pada akhirnya berpotensi menghambat perkembangan kompetensi mereka. Ketika mereka naik ke jenjang berikutnya, ketidaksiapan akademik mereka semakin tampak, dan akar permasalahannya kembali kepada fondasi awal yang tidak dibangun dengan baik.

Lebih memprihatinkan lagi, ketidakseriusan mengajar ini menciptakan kultur negatif di lingkungan sekolah. Guru yang tidak disiplin akan menjadi panutan buruk bagi siswa. Bagaimana mungkin peserta didik diajarkan tentang tanggung jawab, integritas, dan kerja keras, jika sebagian tenaga pendidiknya sendiri tidak menghadirkan sikap tersebut dalam kesehariannya? Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya gagal dalam mentransfer ilmu, tetapi juga gagal dalam membentuk karakter.
Padahal, profesi guru bukanlah sekadar pekerjaan yang menuntut kehadiran fisik. Ia adalah amanah besar, sebuah tanggung jawab moral yang melekat kuat dalam setiap langkah pendidik. 

Guru adalah arsitek peradaban yang memengaruhi cara berpikir, bertindak, dan bermimpi para generasi penerus. Ketika seorang guru mengajar tanpa persiapan, sesungguhnya ia sedang meremehkan masa depan anak-anak yang mempercayakan ilmu kepadanya.
Dalam konteks ini, perlu ada kesadaran bersama bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau teknologi yang tersedia, tetapi sangat bergantung pada kualitas manusia yang mengelolanya. 

Tanpa guru yang serius, sistem pendidikan secanggih apa pun tidak akan mampu menghasilkan perubahan berarti. Sudah saatnya tenaga pendidik merenungkan kembali komitmen profesionalnya. Apakah mereka hadir di sekolah hanya sebagai kewajiban, atau sebagai panggilan jiwa untuk mencerdaskan bangsa?
Untuk keluar dari dilema ini, perlu ada pembinaan berkelanjutan, supervisi yang lebih terarah, dan budaya sekolah yang mengedepankan profesionalisme. Guru membutuhkan dukungan, tetapi juga perlu diingatkan bahwa tanggung jawab mereka bukan main-main. Hanya dengan keseriusan, ketulusan, dan persiapan yang matang, pendidikan dapat menjadi sebuah kekuatan yang benar-benar mampu mengubah masa depan.

Dilema Tenaga Pendidik yang Kurang Serius Dalam Mengajar

Bima, Ncuhinews.com - Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy  memimpin secara langsung upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) sekaligus HUT PGRI ke-80 yang berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Bima, Selasa pagi (25/11/2025). Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, para Kepala OPD, Kabag Setda, camat, korwil, pengawas pendidikan, kepala sekolah, para guru, pejabat eselon IV, serta seluruh ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, yang menekankan bahwa peringatan Hari Guru bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali tugas mulia para guru dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter, serta menjaga masa depan Indonesia yang kita cintai.
Menteri menyampaikan bahwa tema peringatan tahun ini adalah “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Beliau menegaskan bahwa tidak akan pernah ada Indonesia yang kuat tanpa kehadiran guru yang hebat. Guru hebat digambarkan sebagai:
1. Guru yang mengajar dengan hati, tidak sekadar mentransfer ilmu, tetapi menanamkan nilai-nilai Pancasila.
2. Guru adaptif, yang mampu memanfaatkan teknologi namun tetap menjunjung kearifan lokal.
3. Guru inovatif, yang menjadikan kelas sebagai ruang inspirasi yang minim diskriminasi.
Pada bagian lain sambutannya, Menteri Dikdasmen menyoroti kompleksitas tata kelola guru, ketimpangan distribusi, ketidakjelasan status, serta isu keterlambatan pembayaran tunjangan profesi yang sering mengganggu fokus guru dalam mengajar. Untuk menjawab berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Pusat bersama DPR serta kementerian/lembaga terkait sedang memfinalisasi kebijakan strategis monumental berupa sentralisasi tata kelola guru dan tenaga kependidikan.
Kebijakan ini disambut meriah oleh para peserta upacara, yang serentak bertepuk tangan ketika Menteri menegaskan bahwa dengan pengelolaan guru ditarik ke pusat, tidak akan ada lagi keterlambatan pembayaran TPG, Tamsil, serta proses administrasi lain yang selama ini membebani daerah. Kesejahteraan guru diharapkan menjadi lebih terjamin, seragam, dan tepat waktu. Selain itu, status guru honorer juga diharapkan dapat terselesaikan dengan lebih baik dan tidak lagi tergantung pada kebijakan daerah.
Dalam sambutannya, Menteri turut mengajak para guru menyukseskan empat program prioritas pendidikan nasional:
1. Wajib belajar 13 tahun, memastikan tidak ada anak Indonesia yang terputus pendidikannya.
2. Program Mutu Vokasi SMK (Link and Match), kolaborasi pendidikan dengan dunia industri (DUDI) agar pembelajaran selaras kebutuhan dunia kerja.
3. Penguatan literasi dan karakter, termasuk distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah berliterasi rendah dan pelestarian bahasa daerah.
4. Inovasi budaya digital, mendorong pemanfaatan IT seperti smart board dan platform digital sebagai alat bantu pembelajaran.
Di akhir sambutannya, Menteri mengajak seluruh guru memperbarui komitmen untuk mendidik dengan adil dan mengabdi tanpa batas.
Wakil Bupati Bima kemudian menambahkan pesan khusus dari Pemerintah Kabupaten Bima. Ia mengajak para guru untuk kembali pada jati diri sebagai pendidik, menjaga integritas, serta menjauhi keterlibatan dalam politik praktis. Menurutnya, jika dunia pendidikan tercampur oleh kepentingan politik, maka kualitas pendidikan di Kabupaten Bima akan menurun secara keseluruhan.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendidikan, serta kebijakan yang berpihak pada kemajuan dunia pendidikan. Dengan semangat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80, Wakil Bupati berharap seluruh guru di Kabupaten Bima dapat menjadi teladan, bekerja sepenuh hati, serta memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak Bima dan Indonesia.
(8@ht14r).

Wakil Bupati Bima Pimpin Upacara HGN 2025 dan HUT PGRI Ke-80

Bima, ncuhinews.com - Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun PGRI ke-80, PGRI Kecamatan Wera menggelar Lomba Cerdas Cermat tingkat SD/MI dan SMP/MTs.
 Kegiatan ini mengusung tema “Dengan Jasa Guru, Kami Siap Menjadi Generasi Hebat.”
Acara yang berlangsung meriah di Aula Kantor Korwil Pendidikan Kecamatan Wera tersebut yang seharusnya diikuti oleh 33 SD/MI serta 12 SMP/MTs se-Kecamatan Wera,tapi karena ada sesuatu halangan, maka peserta yang mengikuti lomba menjadi 17 peserta  tingkat SD/MI dan 7 peserta Tingkat SMP/MTs.
Mereka tampil penuh semangat, saling menunjukkan kemampuan akademik, ketangkasan berpikir, serta kerja sama tim yang solid.
Pemenang Lomba Tingkat SD/MI yaitu:
Juara 1 SDN Sangiang
Juara 2 SDN Wora
Juara 3  SDN Inpres Sangiang
dan Juara Harapan 1 SDN Hidirasa.
sedangkan  Pemenang Lomba Tingkat SMP/MTs yaitu:
Juara 1 SMPN 2 Wera
Juara 2 SMPN 7 Wera
Juara 3 SMPN 3 Wera
dan Juara Harapan 1 SMPN 4 Wera.
Dan sebelum kegiatan Lomba Cerdas Cermat tingkat SD/MI dan SMP/MTs, Pengurus PGRI Kecamatan Wera juga telah melaksanakan lomba Guru inovasi Tingkat SMP/MTs dan mendapat peringkat ke 5 se-Kabupaten Bima sedangkan lomba Guru inovasi Tingkat SMA/Aliah juga mendapat peringkat ke 5 Se-kabupaten Bima.
 Dan Ketua PGRI mengungkapkan, pada tanggal 25 November 2025 usai upacara peringatan HUT PGRI ke-80 di adakan lomba final dalam ajang pertandingan Sepak bola turnamen PGRI cup dari 3 klub yang diutus,satu klub masuk final dan akan merebutkan  peringkat Pertama di lapangan Mangge maci kota bima.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para siswa untuk mengasah kemampuan dan menumbuhkan rasa percaya diri. Melalui kegiatan seperti ini, semangat belajar dan penghargaan terhadap jasa guru semakin tertanam kuat pada generasi muda Kecamatan Wera.
(B@hti@r)

Sambut HGN dan HUT PGRI Ke-80. PC PGRI Kecamatan Wera Gelar Lomba Cerdas Cermat

Kota Bima, ncuhinews.com - Dalam rangka pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025 yang akan digelar pada tanggal 25 November 2025 mendatang, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima Drs. H. Mahfud, M. Pd pimpin rapat persiapan pada Selasa (18/11) di ruang rapat kantor Dinas setempat. 
Dalam rapat yang dihadiri oleh para Ketua K3S, Ketua MKKS SMP, IGTKI, Korwas, PGRI, IGI, HIMPAUDI, Kabid Olahraga, Kabid PNFI dan sejumlah pejabat fungsional dan Struktural Dinas Dikpora tersebut membahas susunan panitia, personil pelaksana upacara, undangan, konsumsi, sound sistem, dan hal-hal teknis lainnya. 
Dalam arahannya Mahfud menegaskan bahwa peringatan HGN tahun ini harus dilaksanakan dengan meriah namun  penuh hidmad. Karena ini menyangkut guru dan pendidikan. Untuk itu perlu dipersiapkan secara optimal dengan melibatkan semua stakeholders pendidikan yang ada. "Saya berharap kita semua bekerjasama secara kolaboratif dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk menyukseskan kegiatan peringatan HGN ini," tegas Mahfud. "Jadi dalam forum ini kita akan diskusikan beberapa poin penting dalam mendukung keterlaksanaan hajatan ini," lanjut mantan Kadis Kominfo dan Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah ini.

Sementara dalam sesi diskusi, Ketua K3S Kecamatan Raba yang juga Ketua PGRI Senior, Suhardin, M. Si dalam kesempatan pertama memberikan beberapa solusi terhadap beberapa kendala yang dihadapi oleh panitia, yang kemudian diamini dan didukung oleh semua Ketua K3S, Ketua MKKS, Ketua IGTKI dan yang mewakili Ketua PGRI Kota Bima. Kepala Dinas Dikpora Kota Bima menyambut baik dan berterima kasih atas saran-saran dari Pak Suhardin dan peserta rapat lainnya, dan menyimpulkan beberapa poin kesepakatan bersama. Adapun poin-poin tersebut adalah (1) Upacara HGN dilaksanakan pada tanggal 25 November 2025 di lapangan kantor Wali Kota Bima pukul 07.30 Wita, (2) Semua peserta upacara dari unsur guru wajib memakai baju batik PGRI, atau sesuai seragam organaisasinya, (3) Setiap satuan pendidikan wajib mengutus minimal 10 orang guru untuk mengikuti upacara di halaman Kantor Wali Kota, (4) Setiap satuan pendidikan agar segera memasang spanduk HGN di sekolah masing-masing, (5) Upacara di sekolah bisa dilaksanakan pada tanggal 25 November atau esok harinya (opsional). (@rj)

Jajaran Dinas Dikpora Kota Bima Rapat Persiapan Upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025.

Kota Bima, ncuhinews.com -  Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPT Puskesmas Jatibaru Kecamatan Asakota melakukan optimalisasi pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat dengan melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di bebebrapa titik di wilayah kerjanya. Tim kesehatan mendatangi langsung warga seperti di masjid-masjid untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan tanpa biaya kepada warga setempat. Kegiatan ini menyasar masyarakat Tambana sebagai bagian dari program promotif dan preventif yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan serta mendukung Program BISA (Bersih, Indah, Sehat, Asri) yang dicanangkan Wali Kota Bima—khususnya pada aspek “Sehat”, yang menekankan pentingnya masyarakat hidup sehat dan peduli terhadap kondisi kesehatannya. 
Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Selasa malam Rabu selesai magrib dan dilanjutkan usai sholat isya (18/11). Kepala  Puskesmas Jatibaru, Abdul Haris, S.Farm,Apt.tidak dapat hadir karena tengah menjalankan tugas dinas di Mataram. Sebagai perwakilan, Wahyu S. Anwar, A.Md.Kep, turun langsung memberikan pelayanan pemeriksaan kepada jamaah masjid dan masyarakat sekitar.
Jenis pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, gula darah, serta pemeriksaan kesehatan umum lainnya. Warga terlihat sangat antusias; mereka mengikuti proses pemeriksaan dengan penuh semangat dan memberikan respons positif terhadap pelayanan yang diberikan oleh tim kesehatan.
Program CKG ini merupakan wujud komitmen UPT Puskesmas Jatibaru dalam meningkatkan kesadaran dan kesehatan masyarakat. "Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami kondisi kesehatan mereka sehingga mampu menjaga pola hidup yang lebih sehat," jelas Wahyu.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bima untuk semakin aktif dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat. (b@ht14r)

UPT Puskesmas Jatibabru Kota Bima Gelar Kegiatan Cek Kesehatan Gratis di Masjid Muamalat BTN Tambana Asakota.

Bima, ncuhinews.com
Dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional dan HUT PGRI tanggal 25 November tahun 2025, PGRI Kecamatan Ambalawi sukses menggelar Lomba Paduan Suara dengan tema “Seribu Suara Satu Asa, Menebar Semangat Menyatukan Langkah, Menggema untuk Satu Negeri.” Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini dilaksanakan di aula SMPN 1 Ambalawi.
Lomba paduan suara ini diikuti oleh tujuh peserta, yakni enam gugus yang ada di Kecamatan Ambalawi—Gugus 1 Kole, Gugus 2 Rite, Gugus 3 Tolowata, Gugus 4 Nipa, Gugus 5 Talapiti, dan Gugus 6 Mawu—serta tuan rumah SMPN 1 Ambalawi. Seluruh peserta tampil dengan penuh percaya diri, menghadirkan harmonisasi suara terbaik sebagai bentuk penghormatan kepada para guru di seluruh Indonesia.
Setelah seluruh kelompok selesai menampilkan performa terbaik mereka, dewan juri akhirnya mengumumkan pemenang lomba. Juara pertama berhasil diraih oleh SMPN 1 Ambalawi, disusul oleh Gugus 1 Kole sebagai juara kedua. dan  Gugus 3 Tolowata ditetapkan sebagai juara ke tiga.
Gelaran lomba paduan suara ini tidak hanya menunjukkan kekompakan dan kreativitas para peserta, tetapi juga menjadi ajang mempererat kebersamaan antar guru dan tenaga pendidikan di Kecamatan Ambalawi. Dengan semangat satu asa, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus berkarya bagi dunia pendidikan khususnya di Kecamatan Ambalawi dan Kabupaten Bima umumnya. (b@ht14r)

Sambut HGN dan HUT PGRI, PC PGRI Kec. Ambalawi Gelar Lomba Paduan Suara

Kota Bima, ncuhinews.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelar kegiatan Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas. Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo tersebut dipusatkan di SMP Negeri 4 Bekasi pada Senin 17 November 2025 mulai pukul 09.00  s.d 12.00 WIB.

Turut hadir pada kesempatan itu Menteri Dikdasmen beserta sejumlah pejabat teras Kemdikdasmemn, sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menko dan Menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, Gubernur Jawa Barat, Kepala Sekolah, guru-guru dan ratusan siswa. 
Selain peserta dan undangan yang hadir langsung di lokasi acara, kegiatan tersebut juga diikuti melalui zoom meteeng oleh masing-masing 30 orang siswa dan guru dari 1.337 satuan pendidikan formal dan non formal yang dipilih langsung oleh Kemdikdasmen. 
SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima  terpilih mewakili Kota Bima untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kepala SDN 5 Rabangodu Utara Kota Bima Suhardin, M. Si sangat senang dan bersyukur atas kepercayaan untuk sekolahnya mewakili Kota Bima dalam kegiatan tersebut. Suhardin mengaku, sebelumnya dihubungi oleh BPMP dan pihak Kemdikdasmen beberapa kali untuk mengikuti zoom meeting persiapan dan gladi kegiatan. 

Dalam laporannya, Menteri Dikdasmen menyampaikan beberapa program pemerintah di bidang pendidikan seperti Digitalisasi Pembelajaran dengan bantuan Papan Interaktif Digital (PID), pengadaan laptop, dan Diklat bagi guru- guru yang sudah dimulai sejak Agustus 2025, dan sekarang sudah mencapai 75% terealisasi. 
Pada sesi dialog, Presiden Prabowo menyapa beberapa perwakilan satuan pendidikan, mulai dari SDN 50 Banda Aceh, SDN 1 Benoa Bali, SPNF, sampai SMKN Teknologi Papua. Sebelumnya Prabowo meninjau langsung Pembelajaran yang menggunakan PID di beberapa kelas SMP Negeri 4 Bekasi. Dalam sambutannya Prabowo mengapresiasi kegiatan peluncuran digitalisasi Pembelajaran tersebut. Prabowo memuji kinerja Kemdikdasmen yang secara nyata merealisasikan beberapa program pemerintah di bidang pendidikan. Menurut Prabowo, Interaktif Flat Panel (IFP) merupakan upaya percepatan digitalisasi pendidikan. "Pendidikan adalah kunci kebangkitan suatu bangsa, dan IPTEKS  merupakan kunci dari kemakmuran agar tidak tertinggal dari bangsa lain," ungkapnya. Prabowo menegaskan bahwa dengan IFP siswa dapat mengakses berbagai sumber materi pelajaran. "Insya Allah, tahun 2026 akan ditambah lagi masing-masing tiga IFP untuk setiap satuan pendidikan, dan tahun 2027 akan ditambah dua IFP lagi, sehingga menjadi 6 Papan Interaktif Digital," pungkas pak Presiden. (@rj)
 




Prabowo Launcing Digitalisasi Pembelajaran Untuk Indonensia Cerdas, SDN 5 Rabangodu Utara Terpilih mewakili Kota Bima