Ncuhi News

Halaman

    Social Items

Kota Bima, Ncuhinews.com- Hari kedua pembelajaran dalam bulan Ramadhan 1447 H, guru-guru SDN 24 Rabangodu Utara Kota Bima mengawalinya dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah yang baru Bapak Suhardin, M. Si. Kegiatan apel pagi ini merupakan hal baru bagi guru dan pegawai di sekolah tersebut, karena baru pertama kalinya dilaksanakannya. "Sebelumnya tidak pernah dilaksanakan apel begini", ujar beberapa orang guru peserta apel.
Dalam arahannya, Suhardin menjelaskan bahwa kegiatan apel ini merupakan ketentuan dari pimpinan daerah dengan tujuan untuk mengetahui kelengkapan personil, sarana menyampaikan informasi, dan instrumen membina kedisiplinan. "Awalnya memang terasa berat, karena belum terbiasa, tapi kalau terus-menerus dilakukan dengan tulus,  insya Allah pasti bisa dan terasa enteng," jelas Ketua PGRI senior Kota Bima ini. "Terasa berat karena belum pernah dilakukan dan belum tahu manfaat dan tujuan pelaksanaan apel" lanjut mantan kepala SDN 5 Rabangodu Utara yang dikenal familiar dan friendly ini.
Dalam kesempatan itu, tokoh pendidikan asal Sape Jia ini menyampaikan beberapa poin penting dari hasil Rakor para kepala sekolah dengan jajaran Dinas Dikpora Kota Bima yang digelar di Rumah Dining pada Senin (23/02/2026), yaitu pentingnya kedisiplinan digalakkan di sekolah, dukungan terhadap program pemerintah seperti program BISA, ASRI, MAI TAKAKURA dan lain-lain. Suhardin juga meminta agar guru-guru bekerja dengan hati, niatkan untuk beribadah, bekerjasama dan sama-sama bekerja, serta semangat berkolaborasi untuk mewujudkan transformasi pendidikan di SDN 24 Rabangodu Utara yang lebih baik. "Mari kita bekerja dengan meluruskan niat untuk beribadah dan mengharap rahmat dan ridho Allah SWT, bukan sekedar mengugurkan kewajiban dari hak-hak yang diterima," pungkas Suhardin. (@r7)



Awali Pembelajaran Hari Kedua, Guru-Guru SDN 24 Rabangodu Utara Kota Bima Gelar Apel Pagi Perdana

Bima, Ncuhinews.com-Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Bima, yang dipimpin oleh Wakil Bupati Bima melakukan kunjungan resmi ke wilayah Kecamatan Wera pada Senin malam (23/02/2026). Kegiatan utama dipusatkan di Masjid Nurul Hidayah Kecamatan Wera, yang berada di Desa Tawali.
Sebelum melaksanakan rangkaian ibadah dan temu masyarakat, rombongan Bupati dan Wakil Bupati terlebih dahulu menghadiri acara buka puasa bersama yang bertempat di Kantor Camat Wera. Suasana penuh kebersamaan tampak jelas ketika para tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan warga setempat berkumpul menyambut kedatangan pimpinan daerah.
Selepas buka puasa, rombongan bergerak menuju Masjid Agung Nurul Hidayah untuk melaksanakan shalat Isya dan tarawih berjemaah dengan masyarakat. Dalam kesempatan ini , Wakil Bupati Bima menyampaikan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat ukhuwah Islamiah, serta memanfaatkan momentum Ramadan untuk meningkatkan kualitas iman  dan taqwa kepada Allah SWT, Beliau juga, sebelum di mulainya acara memberi wakaf Al Qur'an.
Warga Wera menyambut baik kedatangan  Wakil Bupati Bima ini  dianggap sebagai bentuk kedekatan pemerintah dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Wera. Safari Ramadhan kali ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalani bulan suci. (B4ht1@r)

Wakil Bupati Bima Safari Ramadhan Perdana di Kecamatan Wera

Kota Bima, Ncuhinews.com — Peristiwa tanah longsor terjadi pada Kamis siang (22/01/2025), sekitar pukul 12.13 WITA, di wilayah Kelurahan Jatibaru Timur, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Longsoran tanah yang membawa sebuah batu berukuran besar tersebut menghantam sebuah kios di Jalan Lintas Ncai Kapenta dan menimpa pemilik kios bersama kedua anaknya.
Korban diketahui bernama Ningsih (41) beserta dua anaknya yang pada saat kejadian sedang beristirahat di dalam kios tempat mereka berjualan. Akibat tertimpa material longsoran, ketiganya mengalami luka-luka dan segera dievakuasi warga sekitar.
Pemerintah Kelurahan Jatibaru Timur bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan ketua RT setempat langsung turun ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban serta memeriksa situasi di titik longsor. Setelah proses evakuasi, Ningsih dan dua anaknya dilarikan ke RSUD Kota Bima untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis.
Pihak kelurahan mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna Jalan Lintas Ncai Kapenta, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di area tersebut, terutama pada musim hujan yang meningkatkan risiko terjadinya longsor. (B@htiar)

Tanah Longsor Timpa Kios di Jatibaru Timur, Seorang Ibu dan Dua Anaknya Alami Luka-Luka

Bima, Ncuhinews.com – Warga Desa Sangiang dikejutkan oleh digelarnya kembali sebuah ritual adat  yang jarang dilakukan pada masa sekarang. Pada Rabu (21/1), Bapak Kifen bersama kakak kandungnya melaksanakan sumpah Mubahala, sebuah prosesi sumpah sakral yang dilakukan dengan meminum air yang dicampur tanah kubur. Prosesi ini berlangsung di Masjid Safinatunajjah dan disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat serta warga sekitar.
Sumpah Mubahala dikenal sebagai salah satu metode penyelesaian konflik tradisional yang telah diwariskan turun-temurun di beberapa wilayah, termasuk Sangiang. Ritual ini biasanya digunakan dalam situasi ketika sebuah perselisihan dianggap sulit diselesaikan melalui musyawarah biasa, atau ketika kejujuran seseorang dipertanyakan. Melalui sumpah yang disertai simbol-simbol sakral, pihak yang melakukan sumpah menunjukkan keyakinan dan kesediaan untuk mempertanggungjawabkan ucapannya di hadapan Tuhan.
Dalam pelaksanaannya, air yang telah dicampur tanah dari makam digunakan sebagai elemen utama prosesi. Bagi masyarakat setempat, tanah makam memiliki nilai spiritual tinggi karena diyakini sebagai perantara kebenaran. Menurut kepercayaan masyarakat Sangiang, siapa pun yang berbohong saat mengucapkan sumpah ini akan menerima azab atau hukuman, baik secara spiritual maupun fisik. Keyakinan inilah yang membuat sumpah Muhaballa dianggap memiliki kekuatan moral yang besar.
Prosesi ini dipilih keluarga Kifen sebagai bentuk klarifikasi dan pembuktian atas isu yang berkembang terkait hilangnya Kifen di kawasan Gunung Sangiang beberapa waktu lalu. Hingga saat ini, keberadaan Kifen belum ditemukan, sehingga berbagai spekulasi muncul di tengah masyarakat. Dengan melaksanakan sumpah tersebut, keluarga berharap bahwa dugaan-dugaan yang beredar dapat diluruskan dan keresahan warga dapat mereda.
Sejumlah warga yang memadati area Masjid Safinatunajjah tampak menyimak prosesi dengan penuh perhatian. Meskipun tradisi ini tidak lagi menjadi bagian dari mekanisme penyelesaian sengketa yang diakui secara hukum formal, masyarakat mengakui bahwa sumpah Muhaballa tetap memiliki pengaruh kuat terhadap penyelesaian masalah sosial karena mengandung nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteguhan iman.
Aparat Desa Sangiang, yang turut hadir memantau jalannya prosesi, mengimbau masyarakat untuk tetap menjadikan musyawarah dan jalur penyelesaian resmi sebagai prioritas dalam menyelesaikan sengketa. Meski demikian, pemerintah desa Sangiang menghormati keberadaan tradisi adat seperti Mubahala yang masih diyakini dan dipertahankan sebagian warga sebagai bagian dari kearifan lokal.
Dengan berlangsungnya prosesi sumpah tersebut, warga berharap permasalahan terkait hilangnya Kifen dapat terjawab dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan masyarakat. Prosesi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa tradisi lama masih memiliki tempat di tengah kehidupan modern, terutama ketika masyarakat mencari cara untuk menegakkan kejujuran dan keadilan.(B@ht14r)

Ayah Kifen Lakukan Sumpah Mubahala

Bima, Ncuhinews – Pemerintah Kabupaten Bima resmi melaksanakan kegiatan Penyerahan Simbolis SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Formasi Tahun 2025 pada Senin pagi. Acara yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Bima ini dipimpin langsung oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi, sebagai bentuk penegasan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan birokrasi melalui penataan tenaga kerja ASN.
Kegiatan ini dimulai pukul 07.30 Wita dengan dihadiri ribuan peserta PPPK paruh waktu yang telah dinyatakan lulus pada formasi 2025. Para peserta tampak memenuhi area lapangan upacara dengan mengenakan seragam Korpri sesuai ketentuan, menciptakan suasana khidmat dan tertib sejak pagi hari.
Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kepegawaian daerah. Ia menekankan bahwa PPPK Paruh Waktu adalah bagian strategis dari pengembangan kualitas pelayanan publik, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia tambahan.
“Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini bukan hanya bentuk penghargaan terhadap dedikasi saudara-saudara sekalian, tetapi juga amanah besar untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Bupati Ady Mahyudi di hadapan para peserta.
Beliau juga mengingatkan para pegawai yang menerima SK untuk menjaga kedisiplinan, etika kerja, dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, PPPK paruh waktu memiliki peran penting dalam memperkuat pelaksanaan program pemerintah di berbagai lini, mulai dari pendidikan, kesehatan, administrasi hingga pelayanan umum.
Acara penyerahan SK berlangsung lancar dan tertib. Secara simbolis, beberapa perwakilan peserta dipanggil ke depan untuk menerima SK dari Bupati, yang kemudian diikuti dengan penyerahan dokumen resmi kepada seluruh peserta oleh panitia penyelenggara.
Sekretariat Daerah Kabupaten Bima juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang hadir tepat waktu dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik. Dengan telah diterimanya SK, para pegawai PPPK Paruh Waktu resmi mulai mengemban tugas sesuai unit kerja masing-masing.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat dari jajaran pemerintah daerah. Momentum ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi para PPPK Paruh Waktu dalam menjalankan amanah pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan Kabupaten Bima.(B@ht14r)

Bupati Bima Serahkan SK ASN PPPK Paruh Waktu.


SDN InpresSuka Maju Kec. Wera

Bima, Ncuhinews – Kondisi bangunan sekolah di sejumlah wilayah Kabupaten Bima kembali menjadi sorotan. Banyak ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian atap yang bocor. Situasi ini dinilai mengganggu proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan siswa.

Salah satu sekolah yang terdampak ialah SDN Inpres suka Maju di kecamatan Wera, di mana beberapa ruang kelas tidak layak digunakan saat hujan turun. Bocornya atap menyebabkan lantai basah, dinding lembab, dan siswa terpaksa belajar sambil memindahkan meja serta menghindari tetesan air dari langit-langit.

Salah seorang guru SDN Inpres suka Maju, Ibu Arina, S.Pd. mengaku sangat prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menuturkan bahwa para guru berusaha semaksimal mungkin menjaga kenyamanan siswa, namun kerusakan bangunan semakin hari semakin mengkhawatirkan.
 Salah Satu Ruang Kelas SDN Inpres Suka Maju Kec. Wera Kab. Bima

“Kami berharap pemerintah dapat segera memberikan bantuan proyek pembangunan baru. Sayang sekali, anak-anak sudah mendapatkan makanan bergizi gratis, tetapi gedung sekolahnya masih rusak,” ujar Ibu Arina dengan nada harap.
Kerusakan bangunan sekolah seperti ini bukan hanya mengganggu jalannya pembelajaran, tetapi juga berpotensi menurunkan semangat belajar siswa. Para orang tua dan tenaga pendidik berharap pemerintah Kabupaten Bima segera melakukan pendataan dan percepatan perbaikan demi memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu respons resmi dari instansi terkait mengenai rencana rehabilitasi bangunan. Warga dan guru berharap langkah cepat dapat diambil agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan optimal ( B4ht1@r).

Sejumlah Sekolah di Kabupaten Bima Rusak Parah, Pemerintah Agar Segera Turun Tangan

Bima, Ncuhinews.com — Fenomena cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 11.20 Wita. Peristiwa yang terjadi bersamaan dengan hujan deras tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan bangunan dan fasilitas umum di beberapa desa di kecamatan Wera.
Salah satu lokasi terdampak terparah adalah Ruko milik Abdul Hamid, Pegawai Sipil POSRAMIL Kecamatan Wera, yang berada di  Desa Oi Tui. Bagian atap ruko tersebut tersapu angin kencang. Selain itu, beberapa pekerja proyek drainase yang tengah menginap dirumahnya mengalami luka akibat lompat  turun dari rumah yang tengah diterjangan angin dan material bangunan.
Di Desa Sangiang, sebuah rumah milik bapak Mustamin dilaporkan roboh. Beberapa rumah warga lain di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan, namun hingga berita ini diturunkan masih dalam proses pendataan. Selain bangunan rumah, sejumlah pohon besar tumbang, termasuk yang berada di halaman SDN Mandala, bersebelahan dengan Kantor Camat Wera, sehingga menyebabkan gangguan pada fasilitas umum di sekitar area tersebut.
Mendapat laporan cepat dari warga, unsur terkait langsung bergerak melakukan proses evakuasi, termasuk pembersihan pohon tumbang di sekitar kawasan Bakso Mas Leo. Kolaborasi antara relawan, aparat pemerintah, dan masyarakat memungkinkan area terdampak segera diamankan dari potensi bahaya susulan.
Proses penanganan dilakukan secara gotong royong, dengan melibatkan masyarakat Kecamatan Wera yang turut membantu menggunakan peralatan pemotong kayu untuk mempercepat pembersihan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Para relawan menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga yang turut terlibat aktif dalam penanganan kondisi darurat tersebut.
Kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat Wera dinilai sangat efektif dalam meminimalkan risiko serta dampak kerugian yang lebih besar. Kecepatan respons lapangan memberikan rasa tenang bagi warga yang memantau proses evakuasi di sejumlah titik terdampak.
Pemerintah Kecamatan Wera mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga diminta segera melaporkan kondisi berbahaya seperti pohon rawan tumbang atau kerusakan akibat angin kencang melalui kanal darurat yang tersedia.
Langkah cepat dan kolaboratif ini menjadi bukti kesiapsiagaan masyarakat Wera dalam menghadapi situasi bencana. Pemerintah berharap warga yang menjadi korban puting beliung segera mendapatkan bantuan dan pemulihan yang diperlukan.(B4ht1@r)

Angin Puting Beliung Landa Kecamatan Wera